5. BAGAIMANAKAH ISLAM YANG PALING BAIK?

5. BAGAIMANAKAH ISLAM YANG PALING BAIK?
Kitab Fathul Baari (Syarah Shahih Bukhari), karya Ibnu Hajar Asqolani. Kitab Iman.

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقُرَشِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

11. Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Yahya bin Sa’id Al Qurasyi dia berkata, Telah menceritakan kepada kami bapakku berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin Abdullah bin Abu Burdah dari Abu Burdah dari Abu Musa berkata: ‘Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling Afdhal?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Siapa yang yang menyelamatkan orang Islam lain dari lisan dan tangannya”.

Keterangan Hadits:

Apabila ada pertanyaan, “Kata الْإِسْلَامِ disini adalah memakai bentuk singular (tunggal), sedang kata yang datang setelah kata أَيُّ harus berbentuk plural.” Maka jawabnya, bahwa dalam hadits ini ada bagian
kata yang dihapus. kerana kalimat yang sesbenamya adalah;
أَيُّ ذَوِي الْإِسْلَامِ

Pengertian seperti ini diperkuat dengan adanya riwayat Muslim yang menggunakan redaksi,

أَيُّ الْمُسْلِمُونَ أَفْضَلُ

(orang-orang lslam bagaimanakah
yang paling afdhal)

Jika kcdua rcdaksi di atas diformulasikan, maka keutamaan seorang muslim akan dapat dicapai dengan melakukan salah satu dari sifat atau hal-hal yang disebutkan dalam hadits tersebut.

Pengertian seperti ini menjadi lebih baik dari pengertian yang yang
dikemukakan oleh sejumlah penyarah yang menyatakan bahwa maksud pertanyaan dalam hadits ini adalah;

أَيُّ حِصْلِ الْإِسْلَامِ

Menurut kami, pengertian seperti inilah yang paling tepat, karena dengan pengertian seperti ini akan timbul pertanyaan lain, seperti menanyakan tentang “karakter Islam yang utama”, tetapi dijawab dengan orang yang mempunyai karakter tersebut. Apakah hikmah dari bentuk pertanyaan dan jawaban seperti ini? Jawabnya, mungkin bentuk pertanyaan seperti ini mengikuti gaya bahasa Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah,
“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan? Jawablah, apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapa, kaum kerabat.”

Dengan pengertian seperti ini, kita tidak lagi memerlukan penakwilan. Jika karakter kaum muslim yang berhubungan dengan Islam lebih utama dari sebahagian karakter yang lain, maka tampak jelas kolerasi hadits ini dengan hadits sebelumnya yang disebutkan oleh Imam Bukhari tentang perkara iman, di mana beliau menyebutkan bahawa iman dapat bertambah dan berkurang, kerana iman dan Islam adalah dua sinonim yang sama.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s