Menggunakan bekas makanan Ahli Kitab

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

لاَ تَأْ كُلُوا فِيهَا إِلاَّ أَلاَّ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَغْسِلُواهَا وَ كُلُوا فِيهَا

“Artinya : Jangan kalian gunakan untuk makan, kecuali bila tidak ada yang lain, cucilah terlebih dahulu, baru gunakan untuk tempat makanan kalian”

1. Tidak boleh memakan sembelihan orang-orang kafir selain Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani, baik mereka itu Majusi, Paganis, Komunis atau orang – orang kafir lain, dan juga makanan yang bercampur dengan sembelihan mereka kuah dan sejenisnya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memperbolehkan bagi kita memakan makanan orang-orang kafir selain Ahli Kitab, berdasarkan firman Allah.

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ

“Artinya :Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka ….” [Al-Ma’idah : 5]

Makanan mereka, artinya sembelihan mereka, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas dan yang lainnya. Adapun buah-buahan dan sejenisnya, tidak menjadi masalah, karena tidak termasuk katagori makanan yang diharamkan. Sementara makanan kaum muslimin juga halal bagi sesama muslim atau bagi non muslim, karena mereka betul-betul muslim, dalam arti tidak beribadah kepada selain Allah, tidak beribadah kepada para Nabi, para wali, para penghuni kubur dan yang lainnya seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir.

Adapun tempat makanan seyogyanya kaum muslimin memiliki tempat-tempat makanan sendiri, tidak dipakai bersama orang-orang kafir, karena mereka menggunakannya untuk makanan mereka, untuk minuman keras dan sejenisnya. Kalau tidak ada, juru masak kaum muslimin harus mencuci bejana-bejana yang biasa digunakan oleh orang-orang kafir, baru kemudian digunakan untuk tempat makanan kaum muslimin, berdasarkan riwayat shahih dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani Radhiyallahu ‘anhu bahwa ia bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hukum makan dengan menggunakan tempat makanan kaum musyrikin. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

لاَ تَأْ كُلُوا فِيهَا إِلاَّ أَلاَّ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَغْسِلُواهَا وَ كُلُوا فِيهَا

“Artinya : Jangan kalian gunakan untuk makan, kecuali bila tidak ada yang lain, cucilah terlebih dahulu, baru gunakan untuk tempat makanan kalian”
Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/1884/slash/0/kesulitan-mendapatkan-daging-halal-dan-bejana-suci/

2. Abu Dawud, no. 3839, meriwayatkan dari jalan yang lain dengan sanad yang shahih dengan lafazh:

عَنْ أَبِيْ ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ أَنَّهُ سًأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّا نُجَاوِرُ وَهُمْ يَطْبَخُوْنَ فِيْ قُدُوْرِهِمْ الْخِنْـزِيْرِ وَ يَشْرَبُوْنَ فِيْ آنِيَتِهِمْ الْخَمْرَ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَهَا فَكُلُوْا فِيْهَا وَاشْرَبُوْا وَإِنْ لَمْ تَجِدُوْا غَيْرَهَا فاَرْحَضُوْهَا بِالْمَاءِ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا.

Dari Abu Tsa’labah Al Khusyani, ia pernah bertanya kepada Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Sesungguhnya kami bertetangga dengan Ahli Kitab, sedangkan mereka memasak (daging babi) di panci-panci mereka dan meminum di bejana-bejana mereka?” Jawab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Jika kamu mendapatkan (panci dan bejana) yang selainnya, maka makanlah dan minumlah dengannya. Jika kamu tidak mendapatkan yang selainnya, maka cucilah dengan air, lalu makanlah dan minumlah (dengan bejana mereka).”

FIQIH HADITS
– Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mempergunakan atau memakai panci (tempat memasak), piring dan gelas dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nashara) dan orang-orang kafir secara umum apabila mereka biasa memakainya untuk memasak daging babi, memakannya dan meminum khamr dengannya. Sebagaimana telah dijelaskan dalam salah satu riwayat Ahmad dan riwayat Abu Dawud di atas dengan bentuk muqayyad. Sedangkan lafazh yang sebelumnya mutlak, maka yang mutlak harus dibawa kepada yang muqayyad. Kecuali bila kita tidak mendapatkan yang lain, maka cucilah dengan air kemudian makanlah dan minumlah dengan piring dan gelas mereka.

Inilah ‘illat atau sebab larangan di atas. Maka, apabila sebabnya telah hilang, yakni misalnya Ahli Kitab dan orang-orang kafir itu tidak memakan babi –qiaskanlah dengan segala binatang yang haram- dan meminum khamr di piring dan gelas mereka, maka kembali kepada hukum asal bejana mereka, yaitu suci yang dapat dimanfaatkan dan dipakai oleh kaum muslimin; berdasarkan kepada perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan taqrir atau persetujuan beliau:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ يَهُودِيًّا دَعَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خُبْزِ شَعِيرٍ وَإِهَالَةٍ سَنِخَةٍ فَأَجَابَهُ
رواه أحمد (رقم: 13896)

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, (ia berkata),”Bahwa seorang Yahudi pernah mengundang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk makan roti dari gandum dan lemak yang telah berubah baunya. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabulkan undangannya. (Dikeluarkan oleh Ahmad, no. 13896 dengan sanad yang shahih).

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنُصِيبُ مِنْ آنِيَةِ الْمُشْرِكِينَ وَأَسْقِيَتِهِمْ فَنَسْتَمْتِعُ بِهَا فَلاَ يَعِيبُ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ رواه أبوداود (رقم: 3838)

Dari Jabir Radhiyalahu ‘anhu, ia berkata,”Kami pernah berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kami memperoleh sebagian dari bejana-bejana orang-orang musyrikin dan tempat-tempat air minum mereka, lalu kami memanfaatkannya, maka beliau tidak mencela perbuatan mereka. (Dikeluarkan oleh Abu Dawud, no. 3838 dengan sanad yang shahih).
Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/2904/slash/0/bab-bejana-bejana-24-26/

Wallahu Ta’ala A’lam

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s