Haramnya memberikan fatwa dalam masalah agama Allah tanpa didasarai ilmu pengetahuan dan ijma’ mengenai hal tersebut

Sumber : I’lamul Al-Muwaqqi’in (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
Terjemahan dan terbitan : Darul Fajr

Allah Subhanahu Wa Taala telah berfirman ; “Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui”. Surah Al-Baqarah ayat 169.

Keterangan tersebut mencakup perkataan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui tentang nama, sifat, syariat, dan agama Nya.

Dalam sebuah hadis marfu’ yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dijelaskan ” Barangsiapa yang memberikan fatwa tanpa didasari sandaran yang kuat, niscaya dosanya bagi orang yang menfatwakannya.”

Az-Zuhri telah meriwayatkan hadis dari Umar bin Syu’aib dari bapanya dari datuknya, seraya dia berkata “Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah mendengar satu kaum yang sedang memperdebatkan Al-Quran. Kemudian beliau bersabda
“Sesungguhnya kebinasaan yang menimpa kaum sebelummu itu disebabkan perbuatan semacam ini, di mana mereka mempertentangkan kitab Allah satu sama lainnya. Sesungguhnya tujuan diturunkan kitab Allah itu saling membenarkan satu sama lainnya, bukan untuk mendustakan satu sama lainnya. Sehingga apa yang kamu ketahuinya darinya, kemudian mereka tanggapi, dan apa yang kamu tidak ketahui, mereka laporkan kepada pemimpinnya”.

Kemudian dia menyuruh orang yang bodoh berkaitan kitab Allah itu agar melaporkan kepada pemimpinnya. Perdebatan tidak dapat diputuskan dengan sesuatu yang tidak didasari dengan ilmu pengetahuan.

Malik bin Maghul meriwayatkan dari Abi Hushain dari Mujahid dari Aisyah Radhiyallahuanha, dimana ketika Aisyah sakit Abu Bakar mencium keningnya. Aisyah berkata “aku berkata – “Beritakanlah kepadaku tentang sesuatu yang dibawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam” Abu Bakar menjawab
“Langit yang mana yang akan menaungiku, dan bumi yang mana yang dapat aku pijak, sekiranya aku mengatakan sesuatu yang aku tidak ketahui. ”

Abu Ayyub telah meriwayatkan daripada Ibnu Abi Mulaikah seraya dia berkata “Abu Bakar ditanya tentang satu ayat. Kemudian beliau menjawab
“Di bumi yang mana aku akan berpijak, dan di langit mana aku akan bernaung? Serta ke mana aku akan pergi? Bagaimana aku dapat bersikap jika aku berkata mengenai Kitab Allah dengan sesuatu yang tidak Allah kehendaki?”

Al-Baihaqi telah menceritakan dari Muslim Al-Bathin dari Uzrah At-Tamimi, seraya dia berkata: “Ali bin Abi Thalib Radhiyallahuanhu berkata mengenai keadaan di syurga: “Hidangan pertama yang dimakan oleh penghuninya adalah limpa, beliau menceritakannya sebanyak tiga kali.”
Para sahabat lainnya bertanya: “Wahai Amirul Mu’minin, apa itu?” Dia menjawab : “Jika seseorang ditanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya” maka hendaklah dia menjawab “Hanya Allah lah Yang Maha Mengetahui”.

Wallahua’lam

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s